Infrastruktur Epistemik Pengetahuan Alternatif: Refleksi dari Indonesia
Paper ini adalah praktik tim sendiri yang diteorikan. Ditulis secara kolaboratif oleh peneliti dan praktisi yang bekerja lintas penerbit independen di Denpasar, platform pengetahuan digital untuk anak muda, pusat riset universitas, dan jaringan etnografi terbuka, paper ini menamai empat konsep vernakular, bersama-sama menjadi infrastruktur epistemik pengetahuan alternatif yang menjadi fondasi proyek ini:
Ruang alternatif, ruang yang boleh ditempati sebuah klaim. Tidak diberikan, melainkan direbut. Ini membingkai seluruh Alter Imaginaries, bukan cuma satu bagiannya.
Akal-akalan, improvisasi di tengah keterbatasan. Lewat gang karena jalan utama tidak tersedia.
Kediantaraan, rasa tidak nyaman karena tidak sepenuhnya dominan maupun sepenuhnya tersisih: "terpinggirkan karena kriteria dominan meremehkan apa yang kami hasilkan, dan tidak sepenuhnya marginal karena kami tetap punya kredensial, penghasilan, dan audiens yang membuat kami terbaca oleh mereka."
Pertemanan, bukan soal keintiman, melainkan jaringan berbasis keterandalan. Relasi yang menyatukan ketiga konsep lainnya.
Paper lengkapnya saat ini sedang dalam proses tinjauan sejawat anonim di Jurnal IACS. Konsep-konsep ini sudah dikonfirmasi boleh dipublikasikan lebih dulu sebelum publikasi resmi, kutipan di atas diambil langsung dari situ. PDF lengkapnya tersedia di bawah untuk dibaca atau diunduh.